SURABAYA - Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya dan Mitra Dai Nusantara (MDN) bersama Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya menggelar wisuda, Sabtu (30/8/2025).
Selain wisuda, kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Sekolah integral Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya ini juga digelar penugasan Kader Dai Pelosok Negeri.
Wisuda Sarjana dan Penugasan Kader Dai Pelosok Negeri STAIL Surabaya ke – 24 diikuti oleh 82 wisudawan. 31 wisudawan diantaranya merupakan program Beasiswa Kader Dai Pelosok Negeri yang disupport penuh oleh Mitra Dai Nusantara (MDN).
Dalam prosesi Wisuda dan Penugasan Kader Dai Pelosok Negeri, Wali Kota Surabaya Dr. Eri Cahyadi, S.T.M.T. yang tidak bisa hadir secara langsung, mengucapkan selamat kepada wisudawan.
"Saya yakin para alumni mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di tempat daerahnya masing-masing dan mampu meraih yang terbaik dan berprestasi," ujarnya melalui pesan video.
Dalam momen berharga ini, MDN juga memberikan penghargaan dan apresiasi khusus kepada 10 kader dai, baik putra dan putri penghafal Al-Qur’an 30 juz. Penghargaan diberikan langsung oleh donatur Mitra Dai Nusantara, Shinta Rostita.
"Saya berharap penghargaan ini dapat menambah motivasi para kader untuk senantiasa menjaga hafalan sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam dakwah mereka," harap Shinta Rostita yang mengaku bangga atas lahirnya kader dai sekaligus hafidz Qur’an.
Selain itu, MDN juga menyalurkan Beasiswa Pendidikan Kader Dai Pelosok Negeri senilai Rp.800.000.000. Beasiswa ini secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur Mitra Dai Nusantara (MDN) Ustdz Abdul Hanafi, M.I.Kom kepada Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Surabaya, Ustadz Syamsudin.
“Beasiswa ini adalah amanah dari para donatur untuk memastikan para kader bisa terus fokus belajar, berjuang, dan siap ditugaskan ke medan dakwah di pelosok negeri. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” ujar Ustadz Abdul Hanafi.
Salah satu Perwakilan Kader Dai Ustdz Jaelani dalam orasi ilmiah mengucapkan terima kasih kepada Ustad dan dosen yang telah mendidik hingga menjadi wisudawan.
"Terima kasih kepada Ustad dan dosen yang telah mendidik kami. Namun yang tidak kalah pentingnya Ustad terus membimbing kami, mendokan ketika sudah bertugas nanti. Beliau juga menekankan kepada teman-teman wisudawan untuk selalu bangkit bersama, saling menguatkan ketika ada yang terlelap," ujarnya.
Momen Wisuda dan Penugasan Kader Dai Pelosok Negeri mendapat apresiasi dan dukungan dari Tokoh Nasional Bapak Anis Baswedan mantan Gubernur DKI Jakarta pada periode 2017-2022.
"Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Wisuda dan Penugasan Kader Dai Nusantara Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al – Hakim dan Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Momen ini bukan hanya peran akademik tetapi juga awal pengapdian yang penuh dengan makna dan pengalaman. Melangkah ketengah masyarakat, membawa risalah dakwah dan menjadi cahaya di berbagai penjuru nusantara," ujarnya.
Dalam Wisuda dan Penugasan Kader Dai Pelosok Negeri di isi beberapa sambutan Para tokoh:
Sambutan yang pertama Ustad Muh.Idris, M.Pd.I. dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada dewan pengurus pusat, badan pengurus pondok pesantren hidayatullah surabaya, para dosen senior yang luar biasa telah mendampingi kami selama ini dalam menjalankan amanah untuk mewujudkan visi luhur, visi mulia dari pada sekolah tinggi agama islam luqman al hakim. ujarnya
Sementara itu, Prof. Dr. Nur Syam, M,Si. Penasehat Ahli Meteri Agama RI dalam sambutannya, menyampaikan agama itu terdiri ada tiga hal.
"Ada tiga hal yang perlu saya sampaikan kepada para wisudawan. Pertama harus yakin ada dimensi keyakinan dan tidak ada keraguan sedikit pun terhadap agama. Kemudian yang kedua adalah ada dimensi ritual. Kemudian yang ketiga adalah ekspresi dan kita berharap ketika ditempat tugas nanti sangat baik sesuai dengan visi dan misi pondok pesantren hidayatullah. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati telah mendapatkan gelar ustadz dan ustazah," ujarnya.
Dalam momen penuh haru tersebut, Ketua Mitra Dai Nusantara (MDN), Ustadz Abdul Hanafi, memberikan penguatan khusus kepada para kader dai yang siap ditugaskan ke berbagai pelosok Nusantara. Ustadz Abdul Hanafi menegaskan bahwa tugas dakwah adalah amanah besar yang membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan. (*)
Editor : M Fakhrurrozi