SURABAYA - Aksi massa anarkis dengan membakar Polsek Tegalsari Surabaya, diwarnai aksi penjarahan. Massa yang didominasi anak muda ini mengambil barang di dalam Polsek, Minggu (31/8/2025) dini hari.
Sejumlah barang yang diambil antara lain Lemari Es, Dispenser, Kompor dua tungku, LPG 3 Kg, hingga sepatu olahraga milik anggota Polsek Tegalsari. Penjarahan terjadi sesaat sebelum massa membakar Polsek yang terletak di Jalan Basuki Rahmat ini.
"Sekitar jam 11 malam itu banyak yang berkumpul di depan Polsek. Mereka melemparkan batu. Karena Polsek sudah kosong, massa masuk dan mengambil barang-barang di dalam Polsek mulai lemari es hingga kompor," kata Andi, salah satu karyawan di sekitar Polsek Tegalsari.
Setelah menjarah barang-barang, massa langsung membakar Polsek yang merupakan salah satu Cagar budaya di Surabaya ini. Meski api berkobar, aksi penjarahan masih terus terjadi.
Massa mengambil barang apapun yang masih berada di dalam Polsek, termasuk sepatu milik anggota. Selain itu, massa juga berusaha mencuri barang di bunker yang terletak di belakang Polsek.
Aksi massa benar-benar nekad. Kabel listrik yang terbakar juga berusaha dicuri. Mereka memotong kabel dan menggulungnya lalu dibawa kabur.
Sejumlah fasilitas umum tak luput dari aksi penjarahan. Terpantau massa mengambil besi penutup gorong-gorong, besi larangan putar balik milik Dishub Surabaya.
Aksi penjarahan di Polsek Tegalsari ini berlangsung hingga pukul 03.00 WIB. Aksi penjarahan berakhir setelah warga menghalau massa yang berniat mengambil barang di bunker Polsek. (*)
Editor : M Fakhrurrozi