KEDIRI - Kabupaten Kediri tidak hanya terkenal dengan destinasi wisatanya, tetapi juga kulinernya yang kaya rasa. Salah satu yang menjadi primadona adalah Lodho Kelud, hidangan ayam kampung berkuah kaya rempah yang banyak diburu pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari warga lokal, artis, pejabat, hingga tokoh agama.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kelud, ada satu warung yang sayang untuk dilewatkan. Warung “Lodho Ayam Kampung Bapake” milik Ninik Suwarni di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda.
Yang membedakan lodho buatan Ninik dengan lainnya adalah penyajiannya. Jika lodho pada umumnya disajikan dengan nasi putih saja, Ninik justru menyandingkan ayam lodho bumbu kuningnya dengan sayur urap dan trancam sebagai pelengkap. Kombinasi ini memberikan cita rasa gurih, pedas, dan segar yang unik.
Keistimewaan lainnya terletak pada metode memasak yang masih tradisional. Ninik dengan setia menggunakan tungku kayu bakar untuk memasak hidangannya. Cara ini, menurutnya, membuat bumbu lebih meresap sempurna dan tekstur daging ayam kampung menjadi lebih empuk.
“Selain saya punya resep bumbu rahasia, cara memasaknya juga pakai tungku. Jadi bumbunya terasa banget dan dagingnya empuk, rasanya jadi lezat,” ujar Ninik Suwarni, pemilik warung.
Konsep yang unik dan cita rasa autentik ini membuat warung yang berdiri sejak 2015 itu tidak pernah sepi pengunjung. Pelanggannya tak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga dari berbagai kota luar daerah.
Salah satunya adalah Asmaul Husna, pelanggan asal Tulungagung. Awalnya penasaran, setelah mencicipi, ia mengakui kelezatan hidangan Ninik. “Rasanya lezat. Tekstur dagingnya juga empuk karena dimasak pakai tungku,” tuturnya.
Bahkan, hidangan sederhana ini berhasil menarik perhatian publik figur. Banyak artis, pejabat, dan tokoh ulama yang sengaja mampir ke warung sederhana di lereng Kelud ini untuk menikmati kelezatan Lodho Ayam Kampung.
Untuk memanjakan pelanggan, Ninik menerapkan sistem swalayan. Pengunjung bisa mengambil sendiri nasi, lodho ayam, dan urap sesuai selera. Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan 20 ekor ayam kampung. Pada akhir pekan, angka itu bisa melonjak hingga 25-30 ekor, bukti nyata betapa digemarinya kuliner khas Lodho Kelud ini. (M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















