KOTA MALANG - Gelaran tahunan yang ditunggu, Jambore Jazz Kampus (JJK), kembali memukau. Dalam rangkaian Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya (UB), konser amal bertajuk "Symphony for All" ini sukses menggerakkan ribuan penonton di GOR Pertamina UB, Sabtu (6/12) malam, JJK tahun ini sekaligus untuk menggalang dana bagi korban bencana banjir di Sumatra.
Suasana hangat dan penuh empati langsung terasa sejak awal. Panggung dibuka dengan performa apik Greyfia, grup band jazz legendaris Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB yang telah eksis sejak 1986. Kemeriahan terus berlanjut dengan penampilan energik dari Haledey dan Admingroove, dua pemenang The 13th National Band Competition.
Puncak acara, sorotan utama tertuju pada performa dua musisi kenamaan: Danilla Riyadi dengan vokal merdunya dan Thee Marloes dengan energi rock jazz-nya. Sekitar 1.500 penonton yang memadati stadion turut menyanyikan lagu-lagu andalan, menciptakan "symphony" atau simfoni kebersamaan yang sesuai dengan tema acara.
"Kami bisa mengembangkan rasa empati dan jiwa sosial mahasiswa dari konser galang dana semacam ini," tegas Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., dalam sambutannya. Beliau menekankan pentingnya event positif yang dikelola mahasiswa ini bagi pembentukan karakter.
JJK 2025 menandai pencapaian penting: kembali ke lingkup kampus setelah beberapa tahun digelar di luar. Ketua IKA FIA UB, Wignyo Adiyoso, S.Sos., M.A., Ph.D., menyebut hal ini sebagai salah satu capaian terbesar tahun ini.
"Mengapa jazz? Karena musik jazz selalu mengedepankan kreativitas, inovasi, koordinasi, dan keselarasan. Itu tercermin saat anggota band mengharmoniskan bermacam perbedaan," jelas Wignyo, menyoroti filosofi jazz yang sejalan dengan semangat akademik.
Sejak pertama kali digelar pada 1986, JJK konsisten pada dua misi utama: sebagai penggalang dana sosial dan wadah apresiasi bagi "homeband" dari berbagai universitas, serta musisi muda yang sedang merintis.
Acara yang murni dikelola oleh mahasiswa UB di bawah bimbingan Ikatan Alumni FIA UB (IKA FIA UB) dan Ikatan Alumni UB (IKA UB) ini membuktikan bahwa kolaborasi harmonis antara mahasiswa, alumni, dan universitas dapat menciptakan dampak sosial yang nyata.
Dengan akhir pekan yang penuh alunan jazz dan tujuan mulia, JJK 2025 "Symphony for All" bukan hanya memanjakan telinga, tetapi juga menyentuh hati dan menggerakkan tangan untuk berbagi.(Ams)
Editor : JTV Malang




















