Menahan lapar dan haus saat berpuasa bukanlah perkara mudah, terlebih di tengah padatnya aktivitas kuliah dan pekerjaan. Namun bagi sebagian mahasiswa, tantangan terbesar justru datang dari layar ponsel. Algoritma media sosial yang dipenuhi konten makanan menggoda kerap memicu keinginan impulsif menjelang waktu berbuka.
Alhasil, niat awal yang hanya ingin membeli satu atau dua takjil berubah menjadi aksi memborong aneka jajanan. Jika tidak dikendalikan, fenomena ini bisa membuat dompet ikut “berpuasa” lebih lama.
Pemicu Psikologis dan Dampak Kesehatan
Fenomena lapar mata tidak semata-mata dipicu oleh rasa lapar fisik. Paparan visual makanan yang beragam dengan warna mencolok serta aroma yang menggugah selera memperkuat dorongan impulsif untuk membeli lebih dari yang direncanakan. Keputusan ini sering kali didasarkan pada keinginan sesaat, bukan pertimbangan rasional.
Pemandangan ini lumrah terlihat di bazar Ramadan maupun pusat takjil sore hari. Banyak mahasiswa yang keluar dengan kantong plastik penuh berisi aneka gorengan dan minuman manis, melebihi kapasitas perut mereka.
Dampaknya tidak hanya menguras isi kantong, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar secara tiba-tiba setelah seharian berpuasa dapat menyebabkan perut begah, mual, hingga muntah. Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu kenyamanan ibadah pada malam hari.
Mengembalikan Semangat Kesederhanaan
Kebiasaan membeli secara berlebihan menunjukkan bahwa lapar mata bukan sekadar persoalan sepele. Jika tidak disadari, perilaku ini dapat mengaburkan semangat kesederhanaan yang identik dengan Ramadan. Alih-alih melatih pengendalian diri, momen berbuka justru berisiko berubah menjadi ajang pelampiasan.
Tips Menghindari Lapar Mata
Agar tidak terjebak dalam perilaku impulsif, diperlukan kesadaran dan strategi sederhana saat berburu menu berbuka:
- Buat Batasan Sebelum Membeli Tentukan sejak awal menu apa yang benar-benar Anda butuhkan. Dengan memiliki rencana, keputusan di lokasi tidak akan sepenuhnya dikendalikan oleh nafsu sesaat.
- Tetapkan Anggaran dan Bawa Uang Pas Membawa uang secukupnya terbukti efektif membantu menekan keinginan membeli secara berlebihan dan menjaga pengeluaran tetap terkendali.
- Batasi Paparan Konten Makanan Menjelang waktu berbuka, cobalah membatasi waktu berselancar di media sosial (scrolling). Cara ini sangat membantu mengurangi dorongan impulsif akibat visual makanan yang menggoda di lini masa.
Menjaga diri dari lapar mata adalah bagian dari esensi puasa itu sendiri, yakni pengendalian diri dalam segala aspek. (Luluk Listiani)
Editor : Iwan Iwe



















